Powered by Blogger.
  • Home
  • About Us
  • Our Gallery
    • Kosong
    • Kosong
    • Kosong
  • Featured
  • Privacy Policy
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email YouTube

Fantastic Midbrain

  Hallo fellas, pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi fisika SMA yaitu Hakikat Fisika, Metode Imiah, dan Keselamatan Kerja di Laboratorium. Maka dari itu, siapkan fokusmu and here we go!

Apa itu Fisika?

Hayo ngaku, bagaimana tanggapan temen-temen pertama kali saat mendengar kata “FISIKA”? Rumit? Memusingkan? Atau justru seru dan merasa tertantang?

Secara etimologi, fisika berasal dari Bahasa Yunani “fysikos” atau “fysis” yang berarti alam. Dalam Bahasa Inggris penulisannya menjadi “physics”. Secara etimologi, fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang alam secara keseluruhan.

Fisika mempelajari berbagai fenomena, baik yang bersifat makroskopik dalam skala besar seperti planet dan sistem tata surya maupun mikroskopik dalam skala yang sangat kecil seperti inti atom, berkaitan dengan materi dan energi serta interaksi keduanya. Fisika menjadi dasar dari ilmu-ilmu lain. Pengembangan fisika dengan keilmuan lain membentuk disiplin ilmu baru, seperti geofisika yang merupakan pengembangan dari fisika dan geologi, fisika medis yang merupakan pengembangan dari fisika dan medis, dan astrofisika yang merupakan pengembangan ilmu fisika dan astronomi.

Hakikat fisika menurut para ilmuwan yaitu sebagai berikut:

1. Fisika sebagai Produk Ilmiah: Sebagai kumpulan pengetahuan (a body knowledge).

Manusia senantiasa berinteraksi secara alami dengan alam di sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Interaksi-interaksi yang terjadi akan memberikan pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan baru yang bermanfaat. Oleh para ilmuwan, pengetahuan-pengetahuan tersebut dikumpulkan, didata, dan disusun sehingga diperoleh suatu ilmu pengetahuan yang terdiri atas kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, teori, model, dan formula.

2. Fisika sebagai Sikap Ilmiah: Cara atau jalan berpikir (a way of thinking).

Fisika sebagai sikap ilmiah berkaitan dengan cara berpikir seorang ilmuwan dalam melakukan proses sains untuk memperoleh sejumlah pengetahuan.

3. Fisika sebagai Proses Ilmiah: Cara untuk menyelidiki segala sesuatu (a way of investigating).

Fisika sebagai proses ilmiah berkaitan dengan cara kerja para ilmuwan untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan yang menyusun fisika. Dalam hal ini pengetahuan-pengetahuan tersebut diperoleh melalui suatu cara penyelidikan terhadap suatu fenomena, yang dikenal sebagai proses. Adapun proses sains yang dimaksud adalah mengamati (observasi), menggolongkan (klasifikasi), melakukan pengukuran, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, merencanakan dan melakukan penyelidikan, menginterpretasikan data, dan mengkomunikasikan.

Cabang-Cabang Ilmu Fisika

Cabang ilmu fisika sebanarnya sangat banyak, tetapi secara umum fisika terdiri atas fisika klasik dan fisika modern. Fisika klasik adalah cabang ilmu fisika yang lahir dan berkembang sebelum abad ke-20. Sementara fisika modern adalah cabang ilmu fisika yang lahir dan berkembang setelah abad ke-20.

Contoh cabang ilmu fisika klasik:

- Mekanika, cabang fisika tentang gerak benda atau sistem

- Akustika, cabang fisika tentang sumber dan karakteristik gelombang bunyi

- Termodinamika, cabang fisika tentang kalor dan bentuk-bentuk energi lainnya serta perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lain

- Listrik Magnet, cabang fisika tentang kelistrikan dan kemagnetan

- Optika, cabang fisika tentang karakteristik dan perilaku cahaya

Contoh cabang ilmu fisika modern

- Fisika Kuantum, cabang fisika tentang materi dan radiasi elektromagnetik serta interaksi diantara keduanya berdasarkan teori kuantum

- Fisika Zat Padat, cabang fisika tentang sifat-sifat fisis zat padat

- Fisika Inti, cabang fisika tentang struktur, sifat, dan reaksi inti atom (nuklir) beserta penerapannya.

Luasnya cakupan atau ruang lingkup fisika juga berkontribusi pada lahirnya ilmu pengetahuan baru yang merupakan gabungan ilmu fisika dengan disiplin ilmu lainnya, diantaranya:

- Astrofisika, yaitu ilmu tentang sifat-sifat dan interaksi-interaksi benda-benda langit yang terdapat dalam ilmu astronomi

- Biofisika, yaitu ilmu tentang interaksi-interaksi fisis pada proses-proses biologi

- Fisika kimia, yaitu ilmu tentang hubunganhubungan fisis yang terdapat dalam ilmu kimia

- Ekonofisika, yaitu ilmu tentang proses dan hubungan-hubungan fisis dalam ilmu ekonomi

- Geofisika, yaitu ilmu tentang hubungan fisis yang terdapat di planet bumi

- Fisika medis, yaitu ilmu tentang penerapan fisika dalam bidang kedokteran (medis) seperti pencegahan, diagnosi, dan pengobatan penyakit.


"Look deep into nature, and then you will understand everything better"
- Albert Einstein

 (Lanjut bagian ke-2) >> Materi Fisika SMA: Hakikat FIsika, Metode Ilmiah, dan Keselamataan Kerja di Laboratorium (bagian 2)


Sumber referensi:

Arkadie, Aan. (2016). Strategi+ Fisika SMA Kelas X.

https://www.fisika.co.id/2019/12/pengertian-fisika-apa-itu-fisika.html

Novidawati, Wida. (2019). E-Modul: Hakikat Fisika, Metode Ilmiah, dan Keselamatan
     Kerja di Laboratorium.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Halo semuanya~~

Syudah terlalu lama gak sih? Daku sebagai author merasakan rindu pada kalian:")
Engga deng. Yakaliii...

Engga usah rindu-rinduan, sesungguhnya rindu lebih berat daripada gaya berat:).

Nah, materi kali ini adalah gerak parabola, atau gerak peluru. Disebut gerak peluru karena biasanya, peluru ditembakkan ke atas geraknya membentuk parabola. Ya, gitu deh.

Dalam gerak parabola ini, ada baiknya kalian memahami konsep materi GLB dan GLBB dulu, karena materinya cukup berhubungan, dan masih dalam cakupan gerak kinematika.

Misal seseorang yang menendang bola hingga melambung tinggi.


Maka, kita bisa mengetahui jarak terjauh atau jarak tertinggi yang dicapai bola melalui rumus parabola. Dijabarkan vektornya pada sumbu x dan y:



Ketahuilah, bahwa benda yang bergerak memiliki resultan gaya, di mana lintasan dan kecepatannya diuraikan dengan sumbu x dan y.

Maka, persamaan matematisnya ada hubungannya dengan gerak lurus

v = kecepatan (m/s)
t = waktu (s)
x = jarak/sumbu-x (m)
h = ketinggian/sumbu-y (m)

1. Pada arah sb-x (bergerak dengan kecepatan konstan - GLB)
    Pada saat kecepatan awal di sumbu-x,  Vox = Vo cos Î±. Benda yang bergerak menurut sumbu-x 
bergerak dengan kecepatan tetap, maka berlaku konsep GLB.

Untuk sumbu-x, kecepatannya adalah


2. Pada arah sb-y (bergerak dengan percepatan konstan - GLBB)
    Benda yang bergerak melambung ke atas, searah dengan sumbu-y mengalami penambahan kecepatan konstan, atau percepatan secara konstan. Sehingga, rumusnya menggunakan konsep GLBB

Untuk sumbu-y ,kecepatannya adalah 



3. Kecepatan total pada saat tertentu
Dengan menggunakan konsep resultan vektor, maka berlaku



4. Waktu Pada Ketinggian Maksimum 
Ada dua cara benda benda berada pada ketinggian maksimum.
Yang pertama ditinjau dari waktu untuk mencapai ketinggian maksimum atau ketika benda naik:


Yang kedua cara untuk menghitung waktu benda dari ketinggian maksimum atau ketika benda turun:


5. Waktu mengudara
Waktu mengudara atau melayang, sama dengan dua kali waktu puncak. Ketika suatu benda dilempar naik, maka ia akan turun juga. Dimana t-naik = t-turun. Sehingga:



6. Menghitung jarak
Untuk menghitung jarak benda secara vertikal atau sumbu-y (ketinggian maksimum)



Untuk menghitung jarak benda secara horizontal atau sumbu-x (jarak maksimum)



supaya engga ketuker rumus antara menghitung jarak dan ketinggian. Kalian lihat yang berbeda di antara kedua rumus itu adalah letak 2 pada sin.
Biar ga lupa, untuk mencari ketinggian, berarti 2 pada sin itu naik (pangkat). kemudian dibagi 2g.
Sedangkan untuk mencari jarak, rumusnya lebih sederhana. Karena jarak menempel di tanah, sehingga 2 pada sin itu menempel ke bawah (dikali).

7. Gerak Setengah Parabola
Biasanya dalam gerak parabola ini juga sering muncul soal di mana benda dilemparkan dari ketinggian di atas tebing. Kayak gini:

Balik lagi ke konsepnya. Bahwa gerak parabola akan mengalami dua macam gerak.

gerak pada sumbu-x (GLB)





gerak pada sumbu-y (GLBB)





Kenapa pada gerak setengah parabola Vx nya bukan Vo.cosα atau Vy nya bukan Vo.sinα?

Kalau kita perhatikan. Vo atau kecepatan awal pada gerak parabola biasa itu memiliki arah sebesar cosα dan sinα,
Sedangkan pada gerak parabola, kecepatan awalnya bergerak horizontal terlebih dahulu. Sehingga dengan konsep GLB, gerak tersebut memiliki Vo.

Nah itulah beberapa konsep gerak parabola. Biar lebih paham, kalian bisa aplikasikan ke soal-soal gerak kinematika yang nanti bakal aku posting di blog ini. So, see ya..


Sweet beginning but better ending. Gerak parabola mengajarkan kita bahwa hidup itu naik, dan ketika sudah mencapai titik maksimum,  ia turun. Tidak ada yang selamanya hidup di atas. Bahkan batas maksimum pun berupa titik. Maka jangan cepat puas ataupun jangan cepat menyerah dalam hidup.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hallo semua.. ^^

Kita ketemu lagi ya~ hehe..

Kalian nungguin aku ga?

Tungguin lah ya.. Yakali aku kalah sama MV baru ekso sama bities yang kalian tungguin sambil pantengin jam. Atau nungguin Blekping yang mau tampil di ultahnya si sopi kemarin:"(

Oke, materi kali ini sebenarnya masih nyambung sama materi postingan kemarin. Kita bakal ngebahas grafik terkait GLB dan GLBB.

Biasanya, penyelesaian soal gerak lurus akan dipermudah dengan grafik. Jadi kalo misalnya ada grafik V dengan t, untuk mencari S maka kita tinggal nyari luas V dengan t.

Kok bisa?

Ya bisa lah. Apa sih yang engga buat kamu:)

Nah, caranya gimana tuh?

So, lets check this out

a. Grafik Terhadap Kecepatan (V) dan Waktu (t)
 

   Ingat, benda mengalami GLBB ketika mengalami percepatan sehingga kecepatan meningkat setiap waktunya (grafik i)
   Ketika benda tidak mengalami percepatan atau perlambatan, maka benda tersebut mengalami kecepatan tetap atau GLB, kayak Rossi di jalan tol :D (grafik ii)
   Benda mengalami perlambatan, maka kecepatannya semakin menurun setiap waktunya (grafik iii)
 
   Terus, ada hubungan apa di antara mereka?
   Kalo misalnya V dan t adalah sebuah sisi. Maka sisi X sisi = Luas.
   V.t = s . Jadi, untuk mencari s atau jarak kita tinggal cari aja luas yang dibentuk grafik.

   Nah, biasanya di soal SBMPTN kalian bakal disuguhin cerita. Misalnya, saat motor mengalami percepatan kemudian bergerak dengan kecepatan tetap. Lalu diperlambat sampai berhenti. Kita bisa menggambarkan grafik seperti ini:



b. Grafik Terhadap Jarak (s) dan Waktu (t)


      Hati-hati ya, kalo grafik s dengan t seperti grafik (ii) itu tidak sama dengan grafik V-t yang menggambarkan kecepatan konstan. Grafik (ii) s-t itu menggambarkan benda dalam keadaan diam. Logikanya, kalo benda ada di posisi itu-itu aja berarti dia tidak mengalami kecepatan (V=0).

       Kalian inget ga, materi kemarin tentang rumus GLBB?
ada rumus
Kalau ada persamaan kuadrat, maka grafik yang terbentuk adalah bentuk parabola.
dengan t = x dan s = y
Jadi, untuk GLBB rumus dipercepat maka grafik akan melengkung ke bawah (seperti grafik (i))
untuk GLBB rumus diperlambat  maka grafik akan melengkung ke atas (seperti grafik (ii))

Lihat grafiknya. Semakin cepat kita bergerak, semakin naik kehidupan kita. Maka, grafik GLB dan GLBB mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda sesuatu.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Halo semuanya.. ^_^

Kalian tahu ga? Bahwa semua makhluk atau benda yang ada di dunia ini bergerak. Ada yang bergerak sendiri, atau ada yang bergerak karena ada penyebabnya. Sebut saja penyebab gerak tersebut adalah gaya. Nah, kalo di fisika yang mempelajari gerak tanpa memperhatikan penyebabnya disebut kinematika. Sedangkan yang mempelajari gerak dengan melihat penyebabnya, atau yang melibatkan gaya disebut dinamika.

Kali ini kita bakal ngebahas satu dari trio gerak yang ada di fisika. Yaitu gerak lurus. Gerak lurus ini enggak banyak gaya sih, jadi gerak lurus termasuk ke kinematika.

Di soal SBMPTN, pasti kita bakal ketemu sama materi kinematika. Jadi cukup penting buat kita pelajari materi ini.

Tapi sebelumnya, kita harus paham dulu mengenai perbedaan kecepatan, percepatan, dan kelajuan. 

Kecepatan adalah perpindahan suatu benda per satuan waktu, mempunyai arah sehingga negatif diperhitungkan.



Keterangan =
V = Kecepatan (m/s)
s = Perpindahan (m)
t = Waktu (s)

Kelajuan adalah jarak yang ditempuh suatu benda per satuan waktu, tidak mempunyai arah sehingga negatif tidak diperhitungkan.

Keterangan =
V = Kelajuan (m/s)
s = Jarak (m)
t = Waktu (s)

Percepatan adalah kecepatan tiap satuan waktu.


Keterangan =
a = Percepatan (m/s2)
V = Kecepatan (m/s)
t = Waktu (s)

Oke, setelah kita paham langsung aja kenalan sama gerak lurus. Gerak lurus ini ada dua, yaitu Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB).

Terus, apa bedanya?

Tahu kan, Valentino Rossi?

Beda banget dong Rossi kalo bawa motor di sirkuit balap sama Rossi pas di jalan Tol. Rossi di sirkuit balap pasti bakal nambah kecepatannya sampai maksimum, di situlah terjadi GLBB. Sedangkan Rossi di jalan Tol harus bawa motor dengan kecepatan tetap yang ditentuin, di situlah terjadi GLB.

Nah, bedanya GLB dan GLBB itu ada pada percepatan (a). GLB memiliki kecepatan yang tetap, jadi GLB tidak punya percepatan (a). Sedangkan GLBB sendiri punya perubahan kecepatan dengan menambah percepatan tiap selang waktu, sehingga dalam rumusnya ada percepatan (a).

Jadi dapat kita simpulkan untuk rumusnya GLB adalah:



Bagaimana dengan GLBB?

Pada dasarnya, rumus GLBB adalah :


 

Namun cara mencari kecepatan GLBB itu bisa dicari dari mana saja, yaitu sebagai berikut:



Dari rumus percepatan

karena adanya perubahan kecepatan, maka




maka,

Vo = kecepatan awal 
Vt = kecepatan akhir.

Dari rumus jarak atau perpindahan


Misal untuk mencari kecepatan rata-rata adalah



Lalu kita masukkan rumus Vt tadi ke persamaan







Nah, coba kita masukkan persamaan ini ke rumus s



maka,

Dari persamaan waktu


Dalam rumus percepatan



Lalu kita masukkan ke rumus perpindahan









Jadi, kita punya rumus GLB dan GLBB.



Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Older Posts

About Us



5 Ranger, 5 Kekuatan, 5 Elemen, akan siap beraksi untuk membantu kalian di sini!!


Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

Apa itu 'kimia'? (1) biobrain (2) bioteknologi (1) Chemiebrain (3) fisika SMA (1) fisika SMA kelas 10 (1) Fun Fact! (1) Hakikat Fisika (1) Mathbrain (5) Physsbrain (4)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  July 2022 (1)
      • Materi Fisika SMA Kelas 10: Hakikat Fisika, Metode...
    • ►  January 2022 (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  August 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (4)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (6)
    • ►  December 2018 (6)

Followers

Search This Blog

Popular Posts

  • Physsbrain : Kinematika bagian 1 (GLB dan GLBB)
    Halo semuanya.. ^_^ Kalian tahu ga? Bahwa semua makhluk atau benda yang ada di dunia ini bergerak. Ada yang bergerak sendiri, ata...
  • Mathbrain : LOGARITMA Bagian 1 (Pengertian dan Sifat-Sifat)
    Assalamu'alaikum Wr. Wb. Halo sahabat midbrain, apa kabar? bagaimana belajarnya? Apakah sudah sesuai harapan atau masih ada kend...
  • Biobrain : PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP
    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Halo sahabat midbrain, apa kabar? Bagaimana belajarnya? Apakah sudah sesuai harapan atau masih ada ke...

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates