Powered by Blogger.
  • Home
  • About Us
  • Our Gallery
    • Kosong
    • Kosong
    • Kosong
  • Featured
  • Privacy Policy
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email YouTube

Fantastic Midbrain



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Haii Sahabat Midbrain... Sudah lama banget nih mimin engga update. Ya biasa lah banyak hal akhir-akhir ini yang harus diurus hehe.. Oke deh daripada nanti malah curhat mari kita langsung ke materi. Cek this out!

BARISAN DAN DERET
1. BARISAN ARITMATIKA
Barisan Aritmatika adalah bentuk barisan yang berpola dan setiap suku pada barisannya memiliki beda yang sama.
Pola pada barisan ini memiliki beda atau selisih yang sama. Contoh barisan aritmatika :

Dari setiap suku pada contoh barisan diatas bertambah 1.
Untuk rumus suku ke-n adalah $$U_{n}=a+(n-1)b$$
Untuk a = suku pertama
           b = beda/selisih
Rumus tersebut didapat dari :
Jika deret aritmatika dengan $U_{1}=a$ dan beda $=b$ maka deretnya :
$$a,a+b,a+2b,a+3b,a+4b, ...$$
Maka jika ada n suku akan memiliki $a+(n-1)b$
Contoh soal :
Diketahui suku ke-5 suatu barisan aritmatika adalah 20 dan memiliki selisih 4. Tentuan suku ke-2 barisan tersebut adalah ...
Jawab :
$U_{n}=a+(n-1)b$
$U_{5}=a+(5-1)b$
$20=a+(4)4$
$20=a+16$
$a=4$
Maka suku ke-2 :
$a+b$
$=4+4$
$=8$
2. DERET ARITMATIKA
Deret aritmatika adalah penjumlahan semua suku-suku barisan aritmatika.
Pola deret aritmatika :
$$S_{n}=U_{1}+U_{2}+U_{3}+...+U_{n}$$
$$S_{n}=a+(a+b)+(a+2b)+...=\left(a+(n-1)b\right)$$
Rumus untuk deret aritmatika :
$$S_{n}=\frac{n}{2}\left(2a+(n-1)b\right)$$
$$atau$$
$$S_{n}=\frac{n}{2}\left(a+U_{n}\right)$$
Pembuktian :
$S_{n}=(a)+(a+b)+(a+2b)+...+(a+(n-1)b)$
$S_{n}=(a+(n-1)b)+(a+(n-2)b)+...+(a+b)+(a)$
Apabila dijumlahkan
$2S_{n}=(2a+(n-1)b)+ (2a+(n-1)b)+ (2a+(n-1)b)+...$ sebanyak n kali.
$2S_{n}=n(2a+(n-1)b$
$S_{n}=\frac{n}{2}(n-1)b$
Contoh soal :
    1. Diketahui barisan 2, 5, 8, 11, ... . Tentukan suku ke-10 dan jumlah 4 suku pertama
Jawab :
$U_{10}=(a+(n-1)b)$
       $=(2+9\cdot 3)$
       $=29$
$b=U_{2}-U_{1}$
   $=5-2$
   $=3$
$S_{4}=\frac{4}{2}(2a+(n-1)b)$
      $=\frac{4}{2}(2\cdot2+3\cdot3)$
      $=\frac{4}{2}(4+9)$
      $=2(13)$
      $=26$

    2. Sebuah barisan jumlah n buah suku pertama dirumuskan dengan $S_{n}=3n^{2}-15n$, maka $U_{3}$ adalah ...
Jawab :
$$U_{n}=S_{n}-S_{n-1}$$
$U_{n}=(3n^{2}-15n)-(3(n-1)^{2}-15(n-1))$
      $=(3n^{2}-15n)-(3n^{2}-6n+3-15n+15)$
      $=3n^{2}-15n-3n^{2}+6n+15n-18$
      $=6n-18$
$U_{3}=6(3)-18$
      $=18-18$
      $=0$

3. SISIPAN PADA BARIS ARITMATIKA
Misalkan setiap dua bilangan berurutan pada barisan aritmatika disisipi k buah bilangan namun tetap membentuk barisan aritmatika. Maka beda barisan tersebut akan memiliki perubahan dengan suku pertamanya tetap.
Misalkan $b_{B}$= beda barisan baru dan $b_{L}$= beda barisan lama. Hubungan keduanya adalah
$$b_{B}=\frac{b_{L}}{k+1}$$
Hubungan tersebut didapat dari
$b_{B}=U_{1}, (U_{1}+b), (U_{1}+2b), ..., (U_{1}+kb), U_{2}$
Dimana $(U_{1}+kb)+b=U_{2}$
              $=U_{1}+(k+1)b=U_{2}$
              $b_{B}=\frac{U_{2}-U_{1}}{k+1}$
              $b_{B}=\frac{b_{L}}{k+1}$

Contoh soal :
Pada setiap dua bilangan berurutan 2, 12, 22, 32, ... disisipi 4 bilangan. Tentukan suku ke-100 dari barisan baru
Jawab
Beda barisan baru
$b_{B}=\frac{b_{L}}{k+1}=\frac{10}{4+1}=\frac{10}{5}=2$
Suku pertama $a=2$
$U_{100}=a+(100-1)b$
          $=2+(99)2$
          $=2+198$
          $=200$
Jadi suku ke-100 barisan tersebut (baru) adalah 200.

Soal
1. (SPMB 2004 Regional 1)
    Seutas tali dipotong menjadi 10 bagian dengan panjang yang membentuk deret aritmatika.
Jika tali terpendek 20 cm dan yang terpanjang 155 cm,  maka panjang tali semula adalah...
(A) 800 cm
(B)  825 cm
(C)  850 cm
(D) 875 cm
(E)  900 cm

Pembahasan :
$n=10$
$a=20 cm$
$U_{10}=155$
$S_{n}=\frac{n}{2}(a+U_{n})$
$S_{10}=\frac{10}{2}(20+155)$
       $=5(175)$
       $=875$                          (JAWABAN D)

2. (SNMPTN 2012 Kode 221)
    Jika suku pertama barisan aritmatika adalah -2 dengan beda 3, $S_{n}$ adalah jumlah n suku pertama deret terebut. $S_{n+2}-S_{n}=65$, maka nilai n adalah ...
      (A) 11
      (B)  12
      (C)  13
      (D) 14
      (E)  15

Pembahasan :
$a=-2$
$b=3$
Maka
$S_{n+2}=\frac{n+2}{2}(2a+(n+2-1)b)$
        $=\frac{n+2}{2}(2\cdot -2+(n+1)3)$
        $=\frac{n+2}{2}(-4+3n+3)$
        $=\frac{n+2}{2}(3n-1)$
$S_{n}=\frac{n}{2}(2a+(n-1)b)$
        $=\frac{n}{2}(2\cdot -2)+(n-1)3$
        $=\frac{n}{2}(-4+3n-3)$
        $=\frac{n}{2}(3n-7)$

Maka :
$S_{n+2}-S_{n}=65$
$\leftrightarrow\frac{n+2}{2}(3n-1)-\left(\frac{n}{2}(3n-7)\right)=65$
$\leftrightarrow\frac{12n-2}{2}=65$
$\leftrightarrow6n-1=65$
          $6n=66$

          $n=11$             (JAWABAN A)

Nah jadi segitu dulu untuk materi kali ini. Untuk barisan dan deret juga akan dibahas tentang barisan dan deret geometrinya. So sering-sering berkunjung ke blog ini untuk mendapatkan update terbaru.
Bayy!

"Matematika adalah seni peemberian nama yang sama untuk hal yang berbeda"
                                                                                     -Henri Poincare-

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Halo semuanya~~

Syudah terlalu lama gak sih? Daku sebagai author merasakan rindu pada kalian:")
Engga deng. Yakaliii...

Engga usah rindu-rinduan, sesungguhnya rindu lebih berat daripada gaya berat:).

Nah, materi kali ini adalah gerak parabola, atau gerak peluru. Disebut gerak peluru karena biasanya, peluru ditembakkan ke atas geraknya membentuk parabola. Ya, gitu deh.

Dalam gerak parabola ini, ada baiknya kalian memahami konsep materi GLB dan GLBB dulu, karena materinya cukup berhubungan, dan masih dalam cakupan gerak kinematika.

Misal seseorang yang menendang bola hingga melambung tinggi.


Maka, kita bisa mengetahui jarak terjauh atau jarak tertinggi yang dicapai bola melalui rumus parabola. Dijabarkan vektornya pada sumbu x dan y:



Ketahuilah, bahwa benda yang bergerak memiliki resultan gaya, di mana lintasan dan kecepatannya diuraikan dengan sumbu x dan y.

Maka, persamaan matematisnya ada hubungannya dengan gerak lurus

v = kecepatan (m/s)
t = waktu (s)
x = jarak/sumbu-x (m)
h = ketinggian/sumbu-y (m)

1. Pada arah sb-x (bergerak dengan kecepatan konstan - GLB)
    Pada saat kecepatan awal di sumbu-x,  Vox = Vo cos α. Benda yang bergerak menurut sumbu-x 
bergerak dengan kecepatan tetap, maka berlaku konsep GLB.

Untuk sumbu-x, kecepatannya adalah


2. Pada arah sb-y (bergerak dengan percepatan konstan - GLBB)
    Benda yang bergerak melambung ke atas, searah dengan sumbu-y mengalami penambahan kecepatan konstan, atau percepatan secara konstan. Sehingga, rumusnya menggunakan konsep GLBB

Untuk sumbu-y ,kecepatannya adalah 



3. Kecepatan total pada saat tertentu
Dengan menggunakan konsep resultan vektor, maka berlaku



4. Waktu Pada Ketinggian Maksimum 
Ada dua cara benda benda berada pada ketinggian maksimum.
Yang pertama ditinjau dari waktu untuk mencapai ketinggian maksimum atau ketika benda naik:


Yang kedua cara untuk menghitung waktu benda dari ketinggian maksimum atau ketika benda turun:


5. Waktu mengudara
Waktu mengudara atau melayang, sama dengan dua kali waktu puncak. Ketika suatu benda dilempar naik, maka ia akan turun juga. Dimana t-naik = t-turun. Sehingga:



6. Menghitung jarak
Untuk menghitung jarak benda secara vertikal atau sumbu-y (ketinggian maksimum)



Untuk menghitung jarak benda secara horizontal atau sumbu-x (jarak maksimum)



supaya engga ketuker rumus antara menghitung jarak dan ketinggian. Kalian lihat yang berbeda di antara kedua rumus itu adalah letak 2 pada sin.
Biar ga lupa, untuk mencari ketinggian, berarti 2 pada sin itu naik (pangkat). kemudian dibagi 2g.
Sedangkan untuk mencari jarak, rumusnya lebih sederhana. Karena jarak menempel di tanah, sehingga 2 pada sin itu menempel ke bawah (dikali).

7. Gerak Setengah Parabola
Biasanya dalam gerak parabola ini juga sering muncul soal di mana benda dilemparkan dari ketinggian di atas tebing. Kayak gini:

Balik lagi ke konsepnya. Bahwa gerak parabola akan mengalami dua macam gerak.

gerak pada sumbu-x (GLB)





gerak pada sumbu-y (GLBB)





Kenapa pada gerak setengah parabola Vx nya bukan Vo.cosα atau Vy nya bukan Vo.sinα?

Kalau kita perhatikan. Vo atau kecepatan awal pada gerak parabola biasa itu memiliki arah sebesar cosα dan sinα,
Sedangkan pada gerak parabola, kecepatan awalnya bergerak horizontal terlebih dahulu. Sehingga dengan konsep GLB, gerak tersebut memiliki Vo.

Nah itulah beberapa konsep gerak parabola. Biar lebih paham, kalian bisa aplikasikan ke soal-soal gerak kinematika yang nanti bakal aku posting di blog ini. So, see ya..


Sweet beginning but better ending. Gerak parabola mengajarkan kita bahwa hidup itu naik, dan ketika sudah mencapai titik maksimum,  ia turun. Tidak ada yang selamanya hidup di atas. Bahkan batas maksimum pun berupa titik. Maka jangan cepat puas ataupun jangan cepat menyerah dalam hidup.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Bayangkan kalau misalnya angka nol belum ditemukan sampai sekarang.
Mungkin kita menghitung cuma sampai 9, engga ada yang namanya uang 1000, engga ada temen kamu yang ulangannya dapet 100😁.

Bersyukur banget, hiasan angka nol sekarang sangat berarti dalam kehidupan.

Tapi, apa kalian tahu siapa yang pertama kali menemukan angka nol?

Ia adalah Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi. Ilmuwan Islam yang menemukan angka nol sekaligus dikenal sebagai "Bapak Aljabar".

Salah satu nasehat beliau yang dikenal sampai sekarang yaitu beliau telah didatangi  oleh seseorang yang ingin mengajukan persoalan kepadanya. 

Orang itu bertanya, "Wahai Imam apakah yang bernilai pada diri  seorang manusia itu?"  Dengan spontan Al-Khawarizmi menjawab persoalan tersebut,

"Seorang manusia itu bila dihiasi dengan akhlak yang mulia maka dia telah mempunyai angka 1 dalam hidupnya dan bila dikaruniai dengan wajah yang cantik atau tampan  ditambahi 0 pada angka satu  yang sebelumnya maka jumlahnya 10. Seterusnya bila dia mempunyai harta maka ditambahi lagi 0 pada angka sebelumnya maka jadilah angka 100.Seterusnya bila dia memiliki nasab keturunan yang mulia maka ditambahi 0 pada jumlah sebelumnya maka 1000 hasilnya. 

Coba perhatikan!, 
Nilai 0 yang ada pada sifat dan ciri-ciri tambahan manusia itu,ia akan terus meningkat berlipat ganda. Tetapi alangkah ruginya, jika nilai 0 tersebut semakin meningkat tapi tidak bersandar pada angka 1 yang berada didepannya. Ketahuilah angka 1 adalah gambaran bagi akhlak yang mulia maka sekiranya lenyap akhlak dalam diri seseorang insan tiadalah nilai sebuah kehidupan walaupun disulami dengan beribu kemuliaan.”

Al−Khawarizmi seorang yang mampu memanfaatkan kesempatan dengan sebaik−baiknya. Dengan pindah ke kota Baghdad sebagai kota pusat ilmu pengetahuan, beliau memanfaatkan kesempatan untuk meniti karir keilmuwannya.

Al−khawarizmi memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, tidak mudah puas terhadap sesuatu yang didapatkan, tekun dan pekerja keras sehingga ia menguasai berbagai bidang keilmuan.

Al−Khawarizmi selain sebagai seorang ilmuwan, beliau juga seorang yang bijak, dapat memberikan nasehat dengan filsafat matematika.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Haiii sahabat Midbrain, udah muncul lagi nih update terbaru dari blog Fantastic Midbrain...
Kemaren udah nyampe mana sih? Oh iya yang bahas mantan itu ya.. Gimana udah move on belum? Move dong move, hidup itu bukan cuma tentang dia, tapi juga tentang Matematika eaaa...

Oke, now, we will discuss about the equation and the function atau persamaan dan fungsi dari Eksponensial. Bahasan ini masih lanjutan dari kiriman sebelumnya ya, jadi nyambung gituh..
Kuyy!!


PERSAMAAN EKSPONEN
Sama seperti pada materi-materi yang lain bahwa persamaan eksponen ini
1. $a^{f(x)}=a^{p}$ maka $f(x)=p$ dengan $a>0$ dan $a\neq1$

2. $a^{f(x)}=a^{g(x)}$ maka $f(x)=g(x)$ dengan $a>0$ dan $a\neq1$

3. $a^{f(x)}=b^{f(x)}$ maka $f(x)=0$ dengan $a>0, a\neq1, b>0, b\neq0, a\neq{b}$

4. $(h{x})^{f(x)}=(h(x))^{g(x)}$ maka kemungkinannya
    
    a. $f(x)=g(x)$

    b. $h(x)=1$

    c. $h(x)=0$ asal $f(x), g(x)$ positif

    d. $h(x)=-1$ asal $f(x), g(x)$ keduanya ganjil atau keduanya genap

5. $(f(x))^{h(x)}=(g(x))^{h(x)}$ maka kemungkinannya

    a. $f(x)=g(x)$

    b. $h(x)=0$ asal $f(x), g(x)\neq0$

Contoh:

1. Akar dari persamaan $2^{3x-1}=32$ adalah ...
    (A) 2
    (B) 3
    (C) 4
    (D) 6
    (E) 8

Pembahasan :

$2^{3x-1}=32$

$\Leftrightarrow 2^{3x-1}=2^{5}$

$\Leftrightarrow 3x-1=5$
$\Leftrightarrow 3x=6$
$\Leftrightarrow x=2$     (JAWABAN A)

2. (UMPTN 1999)
     Nilai x yang memenuhi persamaan $5^{x+y}=49$ dan $x-y=6$ adalah ...
    (A) $3+\frac{1}{2}^{5}\!\log{7}$

    (B) $\frac{1}{2}(3+^{5}\!\log{7})$

    (C) $6\cdot ^{5}\!\log{49}$

    (D) $49+^{5}\!\log{6}$

    (E) $3+^{5}\!\log{7}$

Pembahasan :

$x-y=6$ maka $y=x-6$
$5^{x+y}=49$

$\Leftrightarrow 5^{x+x-6}=49$

$\Leftrightarrow 5^{2x-6}=5^{^{5}\!\log{49}}$

$\Leftrightarrow 2x-6=^{5}\!\log{49}$

$\Leftrightarrow 2x=6+^{5}\!\log{7^{2}}$

$\Leftrightarrow 2x=6+2\cdot ^{5}\!\log{7}$

$\Leftrightarrow x=3+^{5}\!\log{7}$     (JAWABAN E)


FUNGSI EKSPONEN
Fungsi Eksponen adalah fungsi yang memetakan setiap bilangan real x menjadi $a^{x}$, bentuk umumnya ditulis $$f(x)=a^{x},   (a>0, a\neq1, x\in \mathbb{R})$$
a disebut bilangan pokok atau basis
Karena a > 0, maka nilai fungsi $f(x)=a^{x}$ selalu positif atau selalu berada diatas sumbu x

1. Grafik Fungsi Eksponen dengan basis a > 1
    Fungsi eksponen $y=f(x)=a^{x}$ dengan a > 1 merupakan fungsi yang selalu naik sebab untuk $x_{2}>x_{1}$ maka $a^{x_{2}}>a^{x_{1}}$ 

Contoh :
Tentukan grafik yang menunjukkan $y=2^{x}$

Pembahasan :
Yang pertama adalah membuat tabel hubungan x dengan y

x
...
-2
-1
0
1
2
3
F(x)
...
 $\frac{1}{4}$
$\frac{1}{2}$ 
1
2
4
8

Selanjutnya adalah menggambarkannya pada koordinat kartesius





















2. Grafik Fungsi Eksponen dengan Basis 0 < a < 1
    Fungsi eksponen $y=f(x)=a^{x}$ dengan 0 < a < 1 merupakan fungsi turun karena untuk $x_{2}>x_{1}$ maka $a^{x_{2}}<a^{x_{1}}$

Contoh :
Buatlah grafik dari fungsi $y=f(x)=\left(\frac{1}{2}\right)^{x}$

Pembahasan :
Langkah yang diambil adalah sama dengan contoh sebelumnya yaitu membuat tabel kemudian digambarkan pada koordinat kartesius


x
 ...
 -2
-1 
0 
1 
2 
3 
f(x)
 ...
4 
2 
1 
$\frac{1}{2}$ 
$\frac{1}{4}$ 
$\frac{1}{8}$ 


Grafik :



















Nah, sampai disini bahasan mengenai Eksponensial... Selalu tunggu update terbaru dari Fantastic Midbrain, and keep spiritt!!!




"Tuhan menggunakan keindahan Matematika dalam menciptakan dunia"
                                                                                                                               -Paul Dirac-



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Us



5 Ranger, 5 Kekuatan, 5 Elemen, akan siap beraksi untuk membantu kalian di sini!!


Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

Apa itu 'kimia'? (1) biobrain (2) bioteknologi (1) Chemiebrain (3) fisika SMA (1) fisika SMA kelas 10 (1) Fun Fact! (1) Hakikat Fisika (1) Mathbrain (5) Physsbrain (4)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  July 2022 (1)
      • Materi Fisika SMA Kelas 10: Hakikat Fisika, Metode...
    • ►  January 2022 (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  August 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (4)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (6)
    • ►  December 2018 (6)

Followers

Search This Blog

Popular Posts

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates